Showing posts with label scope. Show all posts
Showing posts with label scope. Show all posts

Friday, April 17, 2009

Portrait


Portrait of Ardany
Model : Setyo Bayu Ardany
Camera : Sony Alpha 300
'Thanks to Vega'

Monday, April 13, 2009

SCOPE di Pantai Celungup

Pantai Celungup adalah Sederetan pantai di daerah sendang biru. Di kawasan Sendang Biru terdapat banyak pantai di daerah yang berbeda.untuk menuju pantai ini tidak masuk ke larah loket pantai sendang biru. perjalanan mengarah sendang biru ada pertigaan ke arah perkampungan penduduk. dapat dilalui menggunakan kendaraan roda 4 sampai di pemukiman terakhir, tapi dengan jalan tanah yang sempit dan berlumpur.

Mobil diparkir di tepi sungai (bisa dikatakan muara), kemudian menyebrang ke daratan yang ada di sebelahnya.perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. harus hati-hati memilih jalan agar sampai di pantai Celungup karena banyak jalan setapak yang hampir sama.
perjalanan akan berakhir setelah anda dihadapkan oleh pantai selatan yang beriak-riak. Birunya lautan dan gemuruh ombak terlihat berkolaborasi dengan indahnya.

Satu Pesan saya apabila bermalam di tempat ini, bawa pelindung badan dari serangan nyamuk yang membabi buta.hehehe ;) karena autan sekalipun sudah tidak mempan.

Mungkin ini sedikit oleh-oleh perjalanan saya bersama rekan-rekan anggota club fotografi SCOPE ke pantai Celungup, sendang biru.Tunggu aja perjalanan selanjutnya, pasti lebih seru deh..hehehe :)



Saturday, April 11, 2009

Bromo Tengger Semeru

Indonesia kaya akan kawasan alam yang sangat menarik, salah satunya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Untuk perjalanan Saya ke Bromo untuk yang kesekian kalinya ini, Saya berniat untuk hunting foto bersama teman-teman.

Saya mencoba mengabadikan keindahan alam Indonesia yang sudah terkenal di masyarakat dunia.
Kawasan Bromo Tengger

Sunrise
Kamera DSLR-A300
F/18, 1/200 sec, ISO-200


Gunung Batok dan Semeru
Kamera DSLR-A300
F/18, 1/50 sec, ISO-200

Penunggang Kuda
Kamera DSLR-A300
F/13, 1/200 sec, ISO-100

Kawah Keramat
Kamera DSLR-A300
F/9, 1/60 sec, ISO-100

Kuda Tengger
Kamera DSLR-A300
F/13, 1/200 sec, ISO-100

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Kamera DSLR-A300
F/10, 1/500 sec, ISO-400

Awan Pagi
Kamera DSLR-A300
F/11, 1/80 sec, ISO-200

Scope Photography Club, Universitas Ma Chung




Monday, April 6, 2009

Malang Iconique Capture

Malang Iconique Capture 2009, ini adalah lomba fotografi yang diadakan komunitas arek enom Kota Malang yang disponsori langsung oleh Pemerintah Kota Malang.
Acara ini adalah awal dari pertama kali saya ikut andil dalam pengumpulan karya hasil jepretan saya. Juga dalam acara ini hasil karya yang lolos kurasi di pamerkan di autrium utama Mall Olympic Garden (MOG). Photo-photo ini adalah beberapa karya yang dipamerkan dalam acara tersebut
Tugu Bersejarah Kota Malang


Taman Krida Budaya, Malang, Jawa Timur

Sudut Kota Malang



Gunung Bromo


Mungkin sudah banyak yang tau salah satu pesona jawa timur yang paling populer di mata dunia. Bahkan sudah pernah menginjakkan kakinya disana. yupz,,Mountain of Bromo, tempat Wisata bertaraf internasional ini sempat menjadi rebutan antara pemkab probolinggo, pemprov jatim, dan pemerintah pusat.

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Dan Pada kesempatan kali ini saya bersama rekan rekan yang lain mengunjungi gunung Bromo dari Malang. Ya Karena Saya saat ini berdomisili di Malang. Saya mengambil rute melalui daerah tumpang. dengan jalan kecil yang gelap dan semakin ke atas semakin berkelak kelok. Tidak kalah lagi hawa dinginnya malam hari di dataran tinggi.


Kami berlima berangkat dari Malang sekitar pukul 01.00, semua dengan menggunakan 3 sepeda motor. Perjalanan yang kami kira akan mencekam dan menakutkan ternyata berbuah kesenangan. Kami berangkat ke Gunung Bromo memang ingin mencari moment yang tepat. dan moment itu pada saat perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Jadi dalam perjalanan kami banyak menemukan rombongan motor yang juga akan melihat sunrise 17 Agustus di Penanjakan.

Perjalanan Dingin, Menanjak, sepi mencekam telah mengantarkan kami berlima di tempat pembelian karcis untuk memasuki kawasan wisata Bromo. Tempatnya berupa lapangan parkir luas dan disisinya terdapat pedagang pedagang yang mencari keuntungan dari banyaknya turis domestik maupun internasional. Nah kebetulan ada juga yang menjual Bensin, jadi motor kami bisa mendapat tenaga baru. Ga lucu kan kalau didaerah tanjakan dan padang pasir mendorong,,hehehe :P

Pagi itu sebelum matahari menampakan kemegahannya, Kami menghangatkan diri di sebuah kedai kecil dengan ganjal perut seadanya. yang membuat Kami betah di kedai ini karena didalamnya terdapat arang yang digunakan untuk penghangat tubuh. Setelah masuk waktu Subuh saya dan rekan saya (Ryan) terpanggil untuk menunaikan ibadah Sholat Subuh. Tapi kami kesulitan menjumpai air unutk Wudhu,. Setelah bertanya dengan salah satu penjual disana kami ditunjukan musholla. Tidak seperti yang dikatakan, sesampainya di tempat tersebut kami hanya menjumpai Toilet umum yang antriannya seperti mau membeli karcis bioskop film Box Office :).

Karena pertimbangan waktu subuh akan segera habis, dan antrian pun masih berular. Maka Kami bertayamum dengan debu. Dan karena Kami juga tidak menemukan Musholla maka Kami di tempat sepi yang beralaskan Pasir dan Batu. Huu..Walaupun pasir, tapi namanya juga diGunung tetap aja dingin.


Ini Waktunya Matahari menampakkan pesonanya, Kami segera mencari posisi yang sekiranya nyaman. Tapi di Tempat yang sempit dengan ratusan wisatawan bercampur kami pun harus berdesak-desakan.

Setelah itu kami turun menuju kawah Bromo. Melalui rintangan padang pasir yang luas. Serasa menjadi pembalap MotoCross kelas teri. seru sekali..!!

Setelah sampai Kami beristirahat di pura yang saya tidak tahu namanya. Saya pun sempat tertidur karena semalem tidak ada waktu tidur.


Kira-kira pukul 10.00 Kami pun turun dari Gunung Bromo menuju Air terjun Mardakaripuro yang berada di Probolinggo. Waouw setelah berapa kali saya ke Probolinggo saya menyimpulkan tempat ini bukan tempat yang nyaman untuk ditinggali, tempat yang super panas, dengan penduduk yang ga lah..

Akhirnya Kami pun tiba di kawasan air terjun itu. Namun kami pun harus berjalan kaki kira-kira 1,5 km untuk melihat air terjun yang katanya bekas tempat singgahnya patih Gajah Mada. huhuhu..lelah, panas. Tapi tidak menghentikan niat kami untuk melihat pesona Jawa Timur yang masih malu malu bersembunyi karena kurang diperhatikan oleh Pemerintah setempat.


Wauw..Sebuah pembentukan alam yang maha dahsyat. Air terjun kecil yang cantik. dengan batu batu terjal di sekelilingnya. Hilang sudah rasa lelah bercampur suasana yang panas tadi karena hempasan air yang jatuh dari 70 meter. Angin hemapasan air membawa embun memberikan kesejukan tersendiri bagi yang ada di sekitarnya.

Pukul 14.00 kami pun kembali ke Malang dengan membawa oleh-oleh pengalaman yang sangat mengasyikkan. Dan yang lebih penting lagi, kesadaran untuk menjaga alam yang dititipkan oleh Allah kepada kita semua. Sebagai Makhluk yang berakal Di Dunia ini.

Pesan dari saya : Mari kita jaga, lestarikan titipan alam yang luar biasa hebatnya ini di Bumi Indonesia. Stop Global Warming..!!



Pantai Sendang Biru


Wouw..Perjalanan yang melelahkan tapi menyenangkan. Ditemani dengan suara binatang kecil malam yang saling bershutan, kami menikmati perjalanan dengan cahaya lampu badai. Sesekali kami istirahat dudu dibawah bongkahan pohon yang tumbang, bercerita pengalaman hidup kami. 1 jam lebih 45 menit sudah kami lalui. Dan nampak didepan kegelapan yang beriak-riak. Dengan suara yang khas deburan ombak laut yang damai. Kami menuruni bukit dan menuju ke bibir pantai, saya senang bukan main karena saya sudah berada di segoro anakan.

Kami bermain air, beristirahat, mencoba melupakan kelelahan. Dorius dengan sibuknya membangun tenda untuk bermalam, Famro dan Sahru menyiapkan makan malam kami. Setelah semua itu, kami pun bernyanyi dengan petikan gitar doni. Sambil melihat terang nya bulan. Wouw..memang begitu indah hasil ciptaan tuhan yang maha dahsyat ini.
semakin malam kamipun tertidur lelap.


Pagi hari yang cerah, awan menari-nari di langit biru. Kami pun berhambur bersama deburan ombak. ouh,,air laut pagi yang dingin..!!

Sore hari kami bergegas pulang. Karena sudah harus di tunggu pukul 4 sore. Kami pun harus meninggalkan keaslian alam indonesia yang semestinya harus kita lestarikan. Salam perpisahan pun tak lepas dari dalam hati. Kami pun pulang dengan membuang semua kepenatan yang ada.


Sepulang dari perjalanan alam ini etapa kami sadarnya akan kewajiban kita menjaga alam ini. Kita harus merubah pola pikir bangsa ini yang selalu memikirkan kehidupan untuk dirinya sendiri. Merubah pola pikir = Merubah cara hidup. Mulailah dengan perbuatan.


Mungkin ini sedikit pengalaman ku di pulau jawa. Cita-citaku berbagi pengalaman setelah mengelilingi Eropa dan Afrika. Semoga kelak tercapai..amin.

finish