Showing posts with label ombak. Show all posts
Showing posts with label ombak. Show all posts

Monday, April 6, 2009

Pantai Sendang Biru


Wouw..Perjalanan yang melelahkan tapi menyenangkan. Ditemani dengan suara binatang kecil malam yang saling bershutan, kami menikmati perjalanan dengan cahaya lampu badai. Sesekali kami istirahat dudu dibawah bongkahan pohon yang tumbang, bercerita pengalaman hidup kami. 1 jam lebih 45 menit sudah kami lalui. Dan nampak didepan kegelapan yang beriak-riak. Dengan suara yang khas deburan ombak laut yang damai. Kami menuruni bukit dan menuju ke bibir pantai, saya senang bukan main karena saya sudah berada di segoro anakan.

Kami bermain air, beristirahat, mencoba melupakan kelelahan. Dorius dengan sibuknya membangun tenda untuk bermalam, Famro dan Sahru menyiapkan makan malam kami. Setelah semua itu, kami pun bernyanyi dengan petikan gitar doni. Sambil melihat terang nya bulan. Wouw..memang begitu indah hasil ciptaan tuhan yang maha dahsyat ini.
semakin malam kamipun tertidur lelap.


Pagi hari yang cerah, awan menari-nari di langit biru. Kami pun berhambur bersama deburan ombak. ouh,,air laut pagi yang dingin..!!

Sore hari kami bergegas pulang. Karena sudah harus di tunggu pukul 4 sore. Kami pun harus meninggalkan keaslian alam indonesia yang semestinya harus kita lestarikan. Salam perpisahan pun tak lepas dari dalam hati. Kami pun pulang dengan membuang semua kepenatan yang ada.


Sepulang dari perjalanan alam ini etapa kami sadarnya akan kewajiban kita menjaga alam ini. Kita harus merubah pola pikir bangsa ini yang selalu memikirkan kehidupan untuk dirinya sendiri. Merubah pola pikir = Merubah cara hidup. Mulailah dengan perbuatan.


Mungkin ini sedikit pengalaman ku di pulau jawa. Cita-citaku berbagi pengalaman setelah mengelilingi Eropa dan Afrika. Semoga kelak tercapai..amin.

finish




Pantai Segoro Anakan


what a beautiful..
Disela sela liburan semester genap, kami 5 orang mahasiswa mencari sebuah sesuatu yang baru, yang dapat merefresh kembali otak kiri maupun otak kanan kita. Kami berlima Sahru, Doni, famro, dorius, dan Aku berencana pergi ke tempat wisata alam tepatnya di daerah malang selatan. Dengan kurang lebih 2 jam perjalanan kami sudah tiba di sendang biru, namun nampaknya kali ini kami tiba terlalu sore untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Kami berangkat dari kota malang pukul 2:30 siang dan tiba sore hari. Setelah melalui medan yang berkelok-kelok kami berlima terkesima melihat indahnya pemandangan laut yang damai di sore hari. tajamnya sorot matahari dari arah barat, putihnya pasir pantai yang pasrah disapu ombak yang lengang beriak-riak, membuat kami semakin bersemangat melanjutkan perjalanan ke segoro anakan.

Kami langsung bergegas menyiapkan barang-barang dan melakukan perijinan ke dinas kehutanan setempat. Wahh..disini kami terganjal masalah perijinan yang merepotkan dan membingungkan. Tapi dari tatapan petugas yang sedang piket seakan mengisyaratkan kami untuk segera memberikan uang untuk petugas bermata tajam tersebut. Dan kami pun segera menunaikan permintaan dari para penjahat bangsa kelas teri ini, dan perijinan kami dapatkan. Kami menuju pantai untuk mencari perahu yang siap mengantarkan kami ke pulau sebelah,teluk semut namanya.

Matahari sudah semakin tenggelam bersama deruan ombak dilautan, dan kami baru saja menaiki perahu. Diantara kami berlima sebenarnya belum ada yang pernah ke segoro anakan, kami hanya berbekal petunjuk dari beberapa orang yang sudah pernah kesana. Jadi sepanjang perjalanan yang cukup kelelahan kami hanya membayangkan tujuan kami. Tak terasa kami pun tiba di teluk semut. Disinilah intelektual dan kesabaran kami diuji. Tak terlihat lagi senyum indah dari matahari dan hari pun sudah gelap. Diantara kami juga tanggap untuk menyalakan 2 lampu badai yang kami bawa, sedikit memberikan cahaya di luasnya kegelapan. Lalu sebelum kami berjalan menuju sudut gelap yang terlihat asing didepan, kami berdoa bersama yang dipimpin oleh Doni.

Kami memulai berjalan menyusuri bibir pantai yang licin dan berkarang tajam. Dengan dipayungi kegelapan kami pun terseok seok, hingga akhir nya aku tejatuh di laut yang dangkal karena tersandung karang yang cukup besar. Hingga memberikan kenang-kenangan pertama bagiku di lutut dan tanganku. wauw terasa perih dan mengucur sedikit darah. pelajaran pertama dari sini: "jangan berjalan di bibir pantai yang berkarang di kegelapan,.!"

Di sudut yang gelap ini kami menemukan dua jalan setapak untuk masuk dalam semak belukar yang masih rimbun. Dan kami sepakat untuk memilih jalan yang disebelah kiri. Kami menysuri jalan setapak sambil melihat jejak kaki orang yang mungkin berjalan di siang harinya. Hingga kami pun tiba pada suatu bibir pantai lagi dan seperti yang kami ramalkan kami kembali dimana kami memulai perjalanan tadi. 15 menit kami lalui hanya untuk menuju ke tempat yang sama. Kami pun berdiam diri bersama terangnya bulan malam ini. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk menuju jalan setapak yang kedua. Dan kami masih membayangkan tempat seperti apa yang akan kita tuju.

to be Continue..!!