Showing posts with label beragama. Show all posts
Showing posts with label beragama. Show all posts

Monday, April 6, 2009

Etika


Apa arti etika bagi anda? Pertanyaan yang mudah namun kadang bagi sebagian orang sulit untuk menjawabnya. Hasil survey biasanya orang menjawab secara spontan “Etika ada hubungnnya dengan perasaan yang menentukan benar dan salah.

Etika juga ada hubungannya dengan agama dan kepercayaan. Bukan berarti bahwa orang yang tidak beragama tidak beretika, Orang di daerah barat banyak yang tidak beragama tapi mereka juga beretika. Tidak jarang orang yang tidak beragama lebih beretika daripada orang yang beragama.

Banyak sekali orang yang berpendapat bahwa etika pasti berhubungan dengan perasaan. Kadang orang yang kurang beretika juga berkata seperti ini, “Naluri saya mengatakan bahwa hal ini seharusnya tidak patut dilakukan”. Tapi mungkin faktor kebiasaanlah yang membuat orang tersebut melakukannya.

Adapun makna dari etika yaitu hal-hal yang berkaitan dengan norma dasar tentang benar dan salah yang menjadi pedoman orang untuk bertindak biasanya. Berkaitan erat dengan hak, kewajiban, manfaat bagi masyarakat umum, dan keadilan atau moralitas tertentu.

Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk menginstropeksi diri kita, Apakah kita sudah beretika yang benar menurut aturan yang berlaku di lingkungan kita? Jika belum mari masing-masing diri kita mulai berbenah.

Tulisan ini sebagai catatan dari apa yang saya dapat dari CBDC4 Universitas Ma Chung.


Friday, March 27, 2009

keimanan

Adam Fatchurrozi

Saya melihat banyak anak yang dilahirkan dari keluarga yang rukun dan sangat kental dengan nuansa agama yang memang sejak kecil telah ditanamkan dalam diri mereka. Lingkungan tempat tinggal mereka juga kadang tidak jauh dari tempat ibadah yang sering mengadakan pendidikan agama. Dengan dibekali keimanan dan juga moral serta norma agama yang diajarkan, saya kira hal itu dapat menjadi pedoman hidup. Akan tetapi saya berpikir mengapa masih saja ada orang yang sejak kecil dididik dengan baik pada saat ia tumbuh dewasa ia mulai melupakan apa yang telah ia dapat.

Kita tahu bahwa orang tua tidak mungkin mendidik anaknya pada hal-hal yang tidak baik. Orang tua menginginkan anaknya tumbuh sejalan dengan imannya. Faktor yang menyebabkan hilangnya iman seseorang mungkin dimulai dari rasa kekacauan dalam dirinya. Masa remaja juga masa pubertas biasa digunakan untuk mencari jati diri yang sebenarnya, yang mungkin banyak disalah gunakan. Ini menandakan bahwa lingkungan seseorang dapat mengurangi atau bahkan menambah iman seseorang.

Hal ini tercermin pada kebobrokan moral bangsa kita, bukankah kita adalah bangsa yang beragama. Banyak ritual keagamaan dinegara kita. Tapi mengapa masih banyak terjadi korupsi? Bahkan Negara kita menyandang gelar negara kelima terkorup di dunia. Mungkin kita perlu lebih banyak menghayati nilai nilai agama dan tidak hanya menjadikannya sebagai rutinitas. Semakin modernnya dunia ini orang orang nampak seperti mulai melupakan agama mereka.

Mari kita Tanya pada diri kita masing-masing. Sudah sejauh apakah keimanan kita kepada yang maha kuasa? Sudahkah kita mencintai terhadap sesama dengan tulus ikhlas? Sudah cukupkah amal baik kita untuk mengantarkan kita menuju surga? Renungkanlah selagi kita masih diberi kesempatan untuk berbenah, inilah dunia tempat kita melakukan kesalahan untuk ditobati dan mengambil hikmahnya.

Mungkin kita juga dapat melihat banyak orang lebih mementingkan kehidupan dunia yang tidak kekal ini daripada kehidupan di akhirat. Padahal sesuai dengan firman Allah didalam Al-Qur’an yang berbunyi,

“Tidak kuciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk menyembah kepada-Ku (Allah SWT)”
Hal ini menyerukan kita untuk tetap selalu beriman kepada Allah, dan hanya kepada-Nya lah kita wajib menyembah.

Salah satu sifat manusia adalah lupa pada yang di Atas apabila telah mendapatkan kesenangan. Dan kita harus menyadari hal itu dan jangan membiarkannya berlarut-larut. Ini semua bergantung pada seberapa besar iman kita kepada-Nya.